Kita bersalah atas banyak kekeliruan dan kekurangan, Akan tetapi kejahatan yang terburuk adalah mengabaikan anak-anak, Menelantarkan mata air kehidupan. Banyak hal yang kita butuhkan bisa menanati, Anak-anak Tidak. Kini saatnya tulang-belulang mereka di bentuk, Darah nya di buat, Dan panca inderanya di kembangkan. Padanya Kita tidak bisa menjawab "besok". Ia hanya tahu " Hari ini" (Gabriela Mistarl, Pemenang hadiah Nobel anak-anak di bidang puisi)